Welcome! This is a website that everyone can build together. It's easy!

Hukum mendel II HomeThis is a featured page

SMPN 3 SUNGAI KERUH JUARA 1 VOLLYBALL SE-KAB MUBA


Hukum mendel II Home - Hukum mendel IIPersilangan antara Dua Individu dengan Dua Sifat Beda (Dihibrid) Persilangan antara dua individu dengan dua sifat beda disebutjuga persilangan dihibrid. Pada persilangan tersebut Mendelmenyilangkan tanaman ercis dengan biji yang mempunyai dua sifatbeda, yaitu bentuk dan warna biji. Kedua sifat beda tersebutditentukan oleh gen-gen sebagai berikut. B = gen yang menentukan biji bulat. b = gen yang menentukan biji keriput. K = gen yang menentukan biji berwarna kuning. k = gen yang menentukan biji berwarna hijau. Jika tanaman kapri yang berbiji bulat kuning (BBKK) disilangkan dengan kapri yang berbiji keriput hijau (bbkk), semuatanaman F1 berbiji bulat kuning. Jika tanaman F1 dibiarkan mengadakanpenyerbukan sendiri, F2 memperlihatkan 16 kombinasi yangterdiri atas empat macam fenotipe, yaitu tanaman berbiji bulatkuning, bulat hijau, keriput kuning, dan keriput hijau.
1
Dalampercobaan ini Mendel mendapatkan 315 tananman berbiji bulatkuning, 100 tanaman berbiji bulat hijau, 101 tanaman berbiji keriput kuning, dan 32 tanaman keriput hijau. Angka-angka tersebut menujukkan suatu perbandingan fenotipe yang mendekati 9 : 3 : 3 : 1. Pada saat pembentukan gamet (pembelahan meiosis) anggotadari sepasang gen memisah secara bebas (tidak saling memengaruhi).Oleh karena itu, pada persilangan dihibrid tersebut terjadiempat macam pengelompokan dari dua pasang gen, yaitu: a. gen B mengelompok dengan gen K, terdapat dalam gamet BK; b. gen B mengelompok dengan gen k, terdapat dalam gamet Bk; c. gen b mengelompok dengan gen K, terdapat dalam gamet bK; d. gen b mengelompok dengan gen k, terdapat dalam gamet bk; Prinsip tersebut di atas dirumuskan sebagai Hukum MendelII (Hukum Pengelompokkan Gen secara Bebas) yang menyatakan bahwa: a. setiap gen dapat berpasangan secara bebas dengan gen lain membentuk alela, b. keturunan pertama menunjukkan sifat fenotipe dominan, c. keturunan kedua menunjukkan fenotipe dominan dan resesif denganperbandingan tertentu, misalnya pada persilangan monohibrid 3 : 1 dan pada persilangan dihibrid 9 : 3 : 3 : 1. Untuk memperjelas pemahamanmu tentang persilangan dihibrid, perhatikan bagan persilangan antara kapri (ercis) biji bulatwarna kuning dengan kapri biji keriput warna hijau yang menghasilkan F1 berupa kapri berbiji bulat warna kuning. Perhatikan bagan berikut : P1 : BBKK x bbkk Fenotif : (bulat kuning) (keriput hijau) Gamet : BK bk F1 : BbKk Fenotif : (bulat kuning) Dari persilangan sesama fenotif F1 didapatkan : P1 : BbKk x BbKk Fenotif : (bulat kuning) (keriput hijau)
Gamet : BK BK Bk Bk bK bK bk bk Atas dasar gamet tersebut, terbentuknya F2 dapat disusun sebagai berikut. : 3F2 :

BK Bk bK bk
BK BBKK BBKk BbKK BbKk
Bk BBKk BBkk BbKk Bbkk
bK BbKK BbKk bbKK bbKk
bk BbBb Bbkk bbKk bbkk
Perbandingan genotipe dan fenotipe dari persilangan di atas dapat dilihat pada tabel berikut :
No. Kotak Genotif Frekwensi Fenotif Frekwensi
1 BBKK 1 bulat kunig 9
2, 5 BBKk 2
4, 9 BbKK 2
4, 7, 10, 13 BbKk 4
6 BBkk 1 bulat hijau 3
8, 14 Bbkk 2
11 bbKK 1 keriput kuning 3
12, 15 bbKk 2
16 bbkk 1 keriput hiju 1







Posted Anonymously Latest page update: made by Anonymous , Jul 23 2009, 5:20 PM EDT (about this update About This Update Posted Anonymously Edited anonymously

9 words added

view changes

- complete history)
Keyword tags: None (edit keyword tags)
More Info: links to this page

Anonymous  (Get credit for your thread)


There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.